Petualangan Bulu Biru Kelinci Pipi dan Ayam Cokelat

                                                                                 


 

Di sebuah padang rumput yang cerah, hiduplah Kelinci Pipi. Dia sangat suka wortel!









 

Tidak jauh dari situ, Ayam Cokelat sedang sibuk mencari cacing lezat di tanah. 















"Halo, Kelinci Pipi!" kokok Ayam Cokelat riang. "Halo, Ayam Cokelat!" sahut Kelinci Pipi sambil tersenyum.


















"Mau bermain petak umpet?" ajak Kelinci Pipi. "Tentu!" seru Ayam Cokelat senang.










Kelinci Pipi cepat-cepat bersembunyi di balik semak bunga mawar yang lebat.












Ayam Cokelat mulai mencari, memutar kepalanya ke sana kemari dengan bingung.










"Ketemu!" seru Ayam Cokelat saat melihat telinga Kelinci Pipi. Mereka tertawa bersama.












Tiba-tiba, mata mereka tertuju pada sesuatu yang berkilau di rumput: sehelai bulu biru yang cantik sekali!










Kelinci Pipi mencoba mengambilnya dengan cakarnya yang lembut, tapi bulu itu licin dan sulit dipegang.












"Biarkan aku!" kata Ayam Cokelat. Dengan paruhnya, dia perlahan mengangkat bulu itu.











"Wah, indah sekali!" kata Kelinci Pipi kagum. Mereka berdua memandangi bulu itu dengan mata berbinar.











"Kita letakkan di dekat bunga favorit kita saja, ya?" usul Ayam Cokelat. "Ide bagus!" seru Kelinci Pipi.









Dengan hati-hati, mereka menancapkan bulu biru itu di samping bunga mawar merah.












Bulu itu tampak sangat indah, dan Kelinci Pipi serta Ayam Cokelat merasa senang sekali dengan penemuan mereka dan persahabatan mereka.

Komentar